Senin, 07 Mei 2012

Manusia dan Harapan

Tugas Ilmu Budaya Dasar
Nama           : Miftahul Hasanah
NPM           : 54411472
Kelas           : 1IA08

Setiap manusia pasti memiliki sebuah harapan yang pastinya harapan terbaik untuk dirinya. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Menurut saya pribadi, harapan adalah sebuah keinginan yang timbul dari dalam hati dan apabila itu dapat terwujud maka alangkah bahagianya hati kita. Untuk dapat mewujudkan harapan tersebut tidaklah mudah, harus ada keyakinan dalam diri kita bahwa itu dapat terwujud. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah USAHA yang harus kita lakukan agar harapan kita dapat terwujud. Dan yang terakhir adalah berdoa pada Tuhan. Karena segala sesuatunya tanpa seizin Tuhan harapan itu tidak akan terwujud, bahkan usaha sekeras apa pun dan memiliki keyakinan sebesar apa pun juga akan percuma jika Tuhan tidak mengizinkannya.

 Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang dilangit. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu, keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada dasarnya, dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

Penyebab Manusia Mempunyai Sebuah Harapan adalah dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
  • Dorongan kodrat
     Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan scbagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dcngan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.
  •  Dorongan kebutuhan hidup
     Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.
Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik atau jasmaniah maupun kemampuan berpikimya.

Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia
mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah :
1.  kelangsungan hidup (survival)
2.  keamanan ( safety )
3.  hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
4.  diakui lingkungan (status)
5.  perwujudan cita-cita (self actualization)

Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1. kepercayaan pada diri sendiri
2. kepercayaan pada orang lain
3. kepercayaan pada pemerintah
4. kepercayaan pada Tuhan 

Source:
 http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-harapan
http://abra139210.wordpress.com/2011/05/24/manusia-dan-harapan/

Manusia dan Keadilan

Tugas Ilmu Budaya Dasar
Nama  :  Miftahul Hasanah
NPM   : 54411472
Kelas  : 1IA08

Keadilan berasal dari kata “adil” yang dapat diartikan sebagai suatu sikap manusia yang di landasi oleh kebenaran. Pada dasarnya keadilan merupakan suatu kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Intinya keadilan adalah meletakan segala sesuatunya pada tempatnya dan sesuai porsinya.
Didalam kehidupan, kita pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan kita yang melakukan perilaku ketidakadilan tersebut. Sebenarnya didalam diri manusia pasti mempunyai dorongan untuk berbuat adil, tapi untuk melakukannya memang tidaklah mudah. Dimana setiap kita melakukan tindakan ketidakadilan tersebut pastilah ada sebab-sebab atau permasalahan-permasalahan yang menyebabkan kita melakukan sikap tidak adil tersebut. Atau bahkan kita dapat melakukannya dengan keadaan tidak disengaja atau tidak sadar.

Berbagai macam Keadilan:
1.     Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
Ketidak adilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak serasian.
2.     Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
3.     Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Kejujuran
Jujur adalah suatu sikap manusia yang mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran yang ada. Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Barang siapa berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbuat benar. Pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.

Kecurangan
            Kecurangan atau curang adalah salah satu perbuatan manusia yang sangatlah tidak terpuji. Dan dapat diartikan sebagai apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya
Faktor-faktor yang menyebabkan seorang manusia melakukan tindakan curang:
A.      Faktor Ekonomi
B.      Faktor Kebudayaan
C.      Faktor Peradaban
D.      Faktor Teknik

Source:

Minggu, 01 April 2012

Manusia dan Cinta Kasih

Tugas Ilmu Budaya Dasar
Nama : Miftahul Hasanah
NPM : 54411472
Kelas : 1IA08

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi yang lahir begitu saja dari lubuk hati yang terdalam. Sedangkan kasih dapat diartikan sebagai rasa teramat sayang kepada seseorang dengan disertai rasa belas kasihan. Dari definisi diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Cinta Kasih merupakan sebuah rasa emosi dari kasih sayang yang kuat dengan dilandasi rasa belas kasih. Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta kasih, rasa cinta kasih dapat ditujukan kepada siapa saja seperti, Tuhan, orangtua, teman, saudara, lingkungan, negara, bangsa, bahkan dirinya sendiri.
Perwujudan dari cinta kasih ini bermacam-macam bentuknya. Cinta kasih terhadap Tuhan dapat di lakukan dengan mengerjakan semua perintah-Nya serta menjauhi larangannya, Cinta kasih terhadap keluarga dapat diwujudkan dengan rasa saling menghormati kepada yang lebih tua juga menyayangi kepada yang lebih muda. Cinta kasih kepada teman dapat diwujudkan dengan rasa saling tolong-menolong, tenggang-rasa, saling menyayangi. Sedangkan cinta kasih terhadap bangsa dan negara dapat diwujudkan dengan menaati hukum negara, tidak menjelek-jelekan bangsa sendiri, dan lain-lain. Sedangkan cinta kasih terhadap diri sendiri juga perlu adanya, perwujudan itu dapat berupa kepedulian terhadap diri sendiri, memperhatikan diri mulai dari penampilan hingga kesehatan tetapi, cinta kasih terhadap diri sendiri janganlah terlalu berlebihan karena akan menimbulkan rasa narsisme yang tidak baik.
Hubungan manusia dengan Cinta kasih sangatlah erat, semua manusia pastilah memiliki hati yang dapat merasakan rasa cinta kasih. Akan tetapi, perasaan cinta kasih ini dapatlah pudar bahkan hilang karena sebab-sebab tertentu misalnya, pertengkaran, permusuhan, ketidakpercayaan, ketidaksukaan, kebosanan dan lain-lain.

Sabtu, 31 Maret 2012

Manusia dan Kesusastraan

Tugas Ilmu Budaya Dasar
Nama : Miftahul Hasanah
NPM : 54411472
Kelas : 1IA08


          Kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan atau curahan hati seseorang dan memiliki nilai juga makna yang terkandung didalamnya, makna yang terkandung didalam sebuah karya sastra dapat berupa makna kesenangan, kesedihan, kesengsaraan, kehebatan, bahkan cinta. Karya sastra tersebut dapat di tulis dalam bentuk puisi, prosa, sajak, syair, pantun dan masih banyak lagi. Manusia dan kesusastraan memang sangatlah berhubungan, setiap manusia pasti erat hubungannya dengan kesustraan, baik yang mereka sadari ataupun ada unsur ketidaksengajaan yang tidak mereka sadari. Mulai dari sekolah dasar, secara formal kita sudah muali dikenali oleh karya-karya sastra, contohnya adalah puisi. Mulai dari unsur intrinsiknya, unsur ekstrinsik, makna yang terkandung, alur, dan tema, semua mulai diajarkan di bangku sekolah dasar. Untuk membuat puisi atau karya sastra lainnya, sesungguhnya tidaklah sulit. Kita hanya harus fokus, konsentrasi dan curahkan semua perasaan dan ekspresi-ekspresi dalam hati kita ke sebuah tulisan. kreatifitas dari penyair akan sangat menentukan keindahan dari sebuah puisi atau karya sastra lainnya, penyair dapat memasukan majas, kata-kata berkonotasi, kata-kata indah, atau bahkan kata-kata ambigu (memiliki  lebih dari satu makna). Itu semua tergantung pada penyair yang membuat karya sastra tersebut. Sebuah karya sastra sesungguhnya memiliki sebuah makna atau arti yang akan disampaikan oleh penyair kepada para pembacanya. puisi atau karya sastra lainnya dapat berisikan keterkaitan antara manusia dan manusia, manusia dan Tuhan, manusia dan lingkungan, dan lainnya. Jadi ada baiknya, dari pada rasa kita memendam di dalam hati saja, lebih baik kita salurkan kedalam sebuah karya satra seperti halnya puisi, karena akan lebih indah.

Manusia dan Kebudayaan

Tugas Ilmu Budaya Dasar
Nama : Miftahul Hasanah
NPM : 54411472
Kelas : 1IA08

          Manusia dapat diartikan berbeda-beda. Jika ditinjau dari segi biologis, manusia dapat diartikan sebagai makhluk mamalia yang tergolong dalam kelompok primata dan dilengkapi otak untuk berpikir. Sedangkan dalam segi agama, manusia adalah makhluk Allah yang diberi potensi akal, nalar dan moral untuk dapat menguasai makhluk lainnya demi kemakmuran dan kemaslahatannya. Dalam bahasa Arab, dikatakan bahwa kata 'Manusia' sama dengan kata-kata nas, basyar, insan, mar'u, ins dan lainnya. Apabila dilihat dari pendapat para tokoh, 'Manusia' juga dapat diartikan berbeda-beda juga. beberapa pendapat dari tokoh: Menurut Sokrates, manusia adalah makhluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan  lebar, sedangkan menurut Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany, manusia adalah makhluk yang paling mulia, manusia adalah makhluk yang berfikir, dan manusia adalah makhluk yang mampunyai 3 dimensi (badan, akal, dan ruh). Terlepas dari pandangan-pandangan diatas, sesunggunya manusia adalah makhluk yang kompleks dan merupakan paduan dari makhluk material dan makhluk spiritual.
          Sedangkan budaya atau kebudayaan  berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari budhhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Sesungguhnya budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Pada dasarnya Manusia dan Kebudayaan adalah dua kata yang saling berkaitan satu sama lain dan merupakan satu kesatuan. Secara sederhana, manusialah yang menciptakan suatu kebudayaan itu sendiri. Dan kebudayaan adalah suatu objek yang dilakukan oleh manusia. Sesungguhnya manusia tidak dapat terlepas dari kebudayaan karena kebudayaan merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.

Senin, 24 Oktober 2011

Manusia dan Potensinya

Tugas Ilmu Sosial Dasar
Nama: Miftahul Hasanah
Kelas: 1IA08
NPM: 54411472



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan Tuhan lainnya karena dibekali berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar. Kita menjalani rutinitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih baik.
Tanpa kita sadari, sebenarnya ketika kita diciptakan, Tuhan pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Maka dari itulah Tuhan membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya.

1.2 Perumusan Masalah
            1. Apa pengertian potensi diri?
            2. Apa saja macam-macam potensi manusia?
            3. Bagaimana cara mengembangkan potensi diri?

1.3 Tujuan
            Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar kita dapat memahami seberapa pentingnya potensi diri yang kita miliki, mengetahui macam-macam potensi manusia dan mengerti cara untuk mengembangkan potensi yang kita miliki. Selain memahami dan mengetahui isi dari makalah ini, penulis berharap para pembaca dapat melakukan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.


BAB II
ISI

2.1 Pengertian Potensi Diri
Potensi adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental yang dimiliki seseorang dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik ( Habsari 2004:2 ), sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,prilaku dan psikologis yang dimiliki.
Kekhasan potensi diri yang dimiliki oleh seseorang berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman diri dan konsep diri. Ini juga terkait erat dengan prestasi yang hendak diraih didalam hidupnya kelak. Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dalam konstek potensi diri adalah jika terolah dengan baik akan berkembang  baik secara fisik maaupun mental. Aspek diri yang dimiliki seseorang yang patut untuk diperkembangkan antara lain:

a.         Diri fisik           : meliputi tubuh dan anggotanya besrta prosesnya.
b.         Proses diri      : merupakanalur atau arus pikiran,emosi dan tingkah laku yang konstan.
c.         Diri sosial       :adalah bentuk fikiran dan perilaku yang diadopsi saat merespon orang lain dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.
d.         Konsep diri    : adalah gambaran mental atau keseluruhan pandangan seseorang tentang dirinya.( Habsari 2004 : 2).

2.2 Macam-macam Potensi Manusia

            Secara garis besar potensi (fitrah) terdiri dari empat potensi utama yaitu:

1.    Potensi naluriah (hidayat al-gharizziyat)
Potensi naluriah ini merupakan sebuah dorongan yang sifatnya primer berfungsi untuk memelihara keutuhan dan kelanjutan hidup manusia. Diantara dorongan tersebut adalah berupa instink untuk memelihara diri seperti makan, minum, penyesuaian tubuh terhadap lingkungan dan sebagainya. Dorongan ini berguna bagi manusia agar eksistensinya terjaga supaya tetap hidup. Kemudian dorongan yang kedua, yaitu dorongan untuk mempertahankan diri. Bentuk dorongan ini dapat berupa nafsu marah, bertahan atau menghindar dari gangguan yang mengancam dirinya baik oleh sesama makhluk maupun oleh lingkungan alam. Dorongan mempertahankan diri berfungsi untuk memelihara manusia dari ancaman dari luar dirinya. Realisasi berupa karya busana, senjata, tempat tinggal dan sebagainya. Adapun dorongan yang ketiga, berupa dorongan untuk mengembangkan jenis. Dorongan ini berupa naluri seksual. Manusia padatahap pencapaian kematangan fisik (dewasa) menjadi tertarik terhadap lawan jenisnya. Dengan adanya dorongan ini manusia dapat mengembangkan jenisnya dari satu generasi ke generasi sebagai pelanjut kehidupan (Al-Attas:1986). Ketiga macam dorongan tersebut melekat pada diri manusia secara fitrah. Diperoleh tanpa harus melalui proses belajar. Karena itu dorongan ini disebut sebagai dorongan naluriah atau dorongan instinktif. Dorongan yang siap pakai, sesuai dengan kebutuhan dan kematangan perkembangannya.

2.       Potensi inderawi (hidayat al-hissiyat)
Potensi inderawi erat kaitannya dengan peluang ,manusia untuk mengenal sesuatu di luar dirinya. Melalui alat indera yang dimilikinya,manusia dapat mengenal suara, cahaya, warna, rasa, bau dan aroma maupun bentuk sesuatu (Al-Jamaly:1981). Jadi indera berfungsi sebagaimedia yang menghubungkan manusia dengan dunia di luar dirinya. Potensi inderawi yang umum dikenal terdiri atas indera penglihat, pencium, peraba, pendengar dan perasa. Namun di luar itu masih ada sejumlah alat indera dalam tubuh manusia yang difungsikan melalui pemanfaatan alat indera yang sudah siap pakai seperti mata, telinga, hidung, lidah, kulit, otak maupun fungsi syaraf.

3.       Potensi akal (hidayat al-Aqliyyat)
Berbeda dengan dua potensi di atas, potensi akal ini hanya dimiliki oleh manusia. Adanya potensi ini menyebabkan manusia dapat meningkatkan dirinya melebihi makhluk-makhluk lain ciptaan Allah. Potensi akal memberi kemampuan kepada manusia untuk memahami simbol-simbol, hal-hal yang abstrak, menganalisa, membandingkan maupun membuat kesimpulan dan akhirnya memilih maupun memisahkan antara yang benar dari yang salah (Anharuddin:1987). Kemampuan akal mendorong manusia berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan kebudayaan serta peradaban. Manusia dengan kemampuan akalnya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mengubah serta merekayasa lingkungannya menuju situasi kehidupan yang lebih baik, aman dan nyaman.

4.       Potensi keagamaan (hidayat al-Diniyyat)
Pada diri manusia sudah ada potensi keagamaan, yaitu dorongan untuk mengabdi kepada sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuasaan yang lebih tinggi. Dorongan untuk mengabdi ini terangkum dari berbagai macam unsur emosi seperti perasaan kagum, perasaan ingin dilindungi, perasaan tidak berdaya, perasaan takut, perasaan bersalah dan lain sebagainya. Gejala-gejala emosional ini mendorong manusia untuk memuja sesuatu yang dinilainya dapat menetralisir perasaan-perasaan tersebut (Langguung:1989).

2.3 Pengembangan Potensi Diri
Menurut Andri Wongso, seorang motivator training, setidaknya ada empat tahap yang harus dikembangan untuk menggali atau melejitkan potensi diri; pertama mengenal diri, kedua memposisikan diri, ketiga mendobrak diri dan keempat mengaktualisasikan diri.

1. Mengenal diri dan konsep diri
a. konsep hidup manusia
Mengenal diri merupakan bagian tersulit dari semua proses pencarian pengetahuan manusia. Kita bisa menelusuri melalui konsep hidup manusia. Konsep hidup manusia adalah pemahaman yang menjelaskan konsep ruang, waktu dan fungsi manusia dalam kehidupan.

b. Karakteristik dasar manusia
Manusia adalah makhluk yang unik, manusia adalah makhluk menjadi, sehingga sangat pantas seorang filosof, pemikir Islam Iran—Ali Syariati berpendapat bahwa manusia, mempunyai tiga karakteristik dasar yang berbeda dengan makhluk lain, karakteristik dasar tersebut adalah:
• Kesadaran diri (Self-Awarenes, Self Conciousness) sifat ini menuntun manusia untuk memilih dan kemudian menolongnya untuk mencipta sesuatu yang baru, yang sebelumnya tidak ada di alam semesta.
• Kemauan bebas (Free to choisce). Manusia adalah satu-satunya makhlukyang bebas untuk memilih bagi dirinya sendiri.
• Kreativitas (daya cipta, cretivitness). Manusia bukan hanya makhlu pembuat alat, tapi ia pencipta dan pembuat barang-barang yang belum ada di alam.
c. Konsep diri
Penjelasan tentang konsep diri manusia akan menjawab dengan jelas identitas manusia sebagai makhluk (who) yang mempunyai potensi (what). Sebagai makhluk manusia mempunyai dua pengertian, pertama makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk individu inilah manusia mempunyai fungsi sebagai hamba dan sebagai makhluk sosial manusia berfungsi sebagai duta.
Sedangkan potensi manusia terdiri dari potensi pisik, mental emosional dan spiritual. jadi dengan potensinya itu manusia diberikan perangkat lunak dan perangkat keras sekaligus untuk memenuhi fungsinya di muka bumi. Sekaligus dengan memahami potensi manusia secara menyeluruh inilah kemudian manusia dapat menyibak tabir character (sifat) dan personality (kepribadian) manusia.
2. Pengenalan diri/ memposisikan diri
Ini merupakan aksi dari konsep diri manusia dalam dunia. Merupakan awal perjalanan manusia menapaki dunia. Pengenalan diri di dunia terdapat tifa fase hidup manusia, masa lalu, masa kini dan masa depan. Pertanyaan dari manakah saya, dimanakah saya dan akan kemanakah saya, merupakan pertanyaan yang akan menghasilkan sebuah jawaban untuk merumuskan visi hidup, dan dari sinilah awal mula motivasi hidup manusia, sehingga akan melahirkan sebuah cita-cita hidup manusia yang luhur.

3. Mendobrak diri
Ini berhubungan dengan masalah kepercayaan. Unsur keyakinan atau akidah menjadi hal yang utama dan paling utama dalam hidup mansuia. Unsur keyakinan ini seringkali terkotori oleh mitos yang menyesatkan. ada dua mitos sementara yang berkembang dimsyarat kita dalam konteks perubahan diri. Kang Jalal (sapaan akrab Jalaluddin Rakhmat) menyebutkan dua miots. Yang pertama adalah mitos devian dan yang yang kedua adalah mitos trauma. Pandangan yang pertama atau mitos devia menganggap bahwa diri kita stabil, statis dan tidak erubah-ubah. Kalu terjadi perubahan maka itu adalah penyimpangan dari yang stabil. Mitos trauma mempunyai kepercayaanbahwa prubahan diri menimbulkan krisis mental dan krisi emosional.
Kedua mitos ini akan menimbulakn statis diri, menjadikan diri tidak berkembang. Oleh karena itu kita harus mampu mendobrak kedua mitos itu dengan berpijak pada karakteristik dasar manusia. Bahwa manusia adalah makhluk yang memilih, bebas kreatif dan punya kehendaknya sendiri.
Mendobrak diri ini merupakan sebuah upaya untuk mendefinisikan realitas yang serba paradoks, di satu sisi berkembang globalisasi ilmu, pada sisi lainnya terjadi otonomi ilmu, dalam bidang budayapuyn sama dan akan merembes pada pembacaan realitas pribadi kita. 
Unsur keyakinan merupakan motivasi hidup sang diri. Suatu kepercayaan terhadap sesuatu merupakan sumber gerak manusia dalam menjalankan visi misi hidupnya.

4. Mengaktualisasikan diri
Aktualisasi diri merupakan proses realisasi diri setelah kita mampu melakukan tindakan-tindakan cepat, berani ambil risiko, dan mampu mengambil pelajaran atas keberhasilan dan kegagalan kita. Dalam proses perwujudan inilah kita dituntut melakukan segala sesuatu secara profesional, efektif dan efisien. Sebab ini berkaitan dengan peluang atau kesempatan yang kita peroleh.
Tahap aktualisasi diri menuntut kemapuan kita untuk menjalin koneksi atau relasi yang bernilai lebih. Ada kalanya potensi, kemampuan, keterampilan dan nilai lebih kita, macet gara-gara tidak menemukan saluran aktualisasi yang sepantasnya. Relasi dan koneksi kaang bisa berfungsi seperti jalan dan jembatan menuju ke sasaran yang kita inginkan. Disinilah arti penting koneksi atau relasi dengan orang lain, terutama relasi yang berkualitas. Relasi atau koneksi merupakan daya ungkit yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak keberhasilan kita.

 Tujuh kebiasaan untuk menjadi manusia yang berubah:
• Jadilah pro aktif-prinsip hidup pribadi
• Mulai dengan akhir dalam pikiran-prinsip kepemimpinan pribadi
• Dahulukan yang harus didahulukan-prinsip manajemen pribadi
• Berfikir menang-menang-prinsip kepemimpinan antar pribadi
• Berusaha mengerti lebih dahulu, baru dimengerti-prinsip komunikasi empatik
• Mewujudkan sinegi-prinspi kerjasama kreatif
• Asahlah gergaji-prinsip pembaruan diri yang seimbang.

BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Dari materi yang sudah dijelaskan, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa potensi diri terbagi menjadi 4 macam yaitu, potensi naluriah, indrawi, akal dan keagamaan. Serta ada 4 tahap untuk menggali potensi diri yaitu, mengenali diri, memposisikan diri, mendobrak diri dan mengaktualisasikan diri.
Pada dasarnya semua manusia memiliki potensinya masing-masing yang telah diberikan oleh Tuhan, itu semua kembali kepada diri masing-masing yang mengelolanya. Apapun adanya diri kita sekarang, selama kita masih mempunyai impian yang kuat, semangat membara, dan kebiasaan bertindak serta ketekunan, kita pasti akan memperoleh apa yang kita inginkan.

Daftar Pustaka
excemart.wordpress.com
www.scribd.com
nahakunaon.blogspot.com
www.dempelonline.com